Social Engineering 5 min read

"Ini Ibu, Pinjam Dulu Seratus": Kenali Social Engineering Teman & Kerabat Palsu di WhatsApp

CL

Ceklink Security Team

Departemen Riset Siber & Intelijen Ancaman

"Ini Ibu, Pinjam Dulu Seratus": Kenali Social Engineering Teman & Kerabat Palsu di WhatsApp

Pernahkah Anda menerima pesan WhatsApp dari nomor baru yang menggunakan foto profil orang tua, saudara, atau teman dekat Anda? Dengan bahasa yang sangat santun atau akrab, ia mengirim pesan: "Halo, ini nomor baru saya ya. Nomor yang lama sedang tidak aktif/hilang. Tolong disimpan ya."

Tidak lama setelah itu, biasanya pada hari yang sama atau keesokan harinya, nomor baru tersebut akan menghubungi Anda kembali dengan nada panik atau terburu-buru. Ia meminta bantuan dana darurat: "Boleh pinjam dulu Rp 1.000.000? Ini ada keperluan mendesak di rumah sakit / bayar tagihan listrik tapi m-banking saya sedang bermasalah. Nanti sore langsung saya ganti."

Bagaimana Penipu Mendapatkan Data Keluarga Anda?

Banyak orang terheran-heran bagaimana penipu bisa tahu hubungan keluarga mereka dan memiliki foto profil kerabat dekatnya. Jawabannya adalah **Social Engineering** (rekayasa sosial) yang memanfaatkan kebocoran data kontak atau informasi yang sering kita bagikan secara terbuka di media sosial.

Penipu mencuri foto profil dari akun Instagram atau Facebook korban, lalu mencocokkannya dengan daftar nomor kontak yang bocor di internet. Mereka kemudian menyamar menjadi anggota keluarga yang paling berpengaruh atau paling disayangi untuk memicu rasa empati korban agar langsung mengirimkan uang tanpa berpikir panjang.

Tanda-Tanda Penipuan Berkedok Kerabat Dekat

Untuk menghindari kerugian materiil akibat penyamaran ini, perhatikan tanda-tanda berikut:

  • Menggunakan Nomor Baru Secara Tiba-tiba: Jika ada kerabat mengklaim ganti nomor dan langsung meminta uang, ini adalah alarm merah yang sangat kuat.
  • Menolak Panggilan Suara atau Video Call: Saat Anda mencoba menelepon nomor baru tersebut, pelaku akan selalu menolak panggilan dengan berbagai alasan, seperti jaringan jelek, sedang sibuk di jalan, atau speaker HP sedang rusak.
  • Nomor Rekening Tujuan Bukan Atas Nama Kerabat: Saat meminta transfer uang, pelaku akan memberikan nomor rekening bank atas nama orang lain dengan alasan memakai rekening teman, ipar, atau kasir toko terlebih dahulu.

Langkah Wajib untuk Melakukan Verifikasi

Jika Anda menghadapi situasi ini, jangan panik dan jangan langsung mengirimkan uang. Hubungi nomor lama kerabat Anda terlebih dahulu melalui panggilan telepon seluler biasa (bukan WhatsApp) untuk memastikan apakah ia benar-benar mengganti nomornya. Alternatif lainnya, tanyakan hal-hal pribadi yang hanya diketahui oleh Anda dan kerabat asli Anda tersebut.

Lindungi Kehangatan Keluarga dengan Ceklink

Penipuan model ini sangat menyakitkan karena menyalahgunakan rasa percaya dan kasih sayang antaranggota keluarga. Orang tua kita di rumah adalah target yang paling rentan terhadap modus penyamaran anak yang sedang kesusahan uang.

Ingatkan selalu keluarga untuk memverifikasi kebenaran informasi sebelum mentransfer uang. Jika pelaku mengirimkan link bukti pembayaran palsu atau tautan rekening mencurigakan, pastikan untuk memindainya terlebih dahulu di Ceklink demi melindungi dana tabungan keluarga dari incaran penipu siber. Jaga keselamatan finansial keluarga tercinta bersama Ceklink!

Jaga Hangatnya Kebersamaan, Lindungi HP Keluarga

Jangan biarkan penipuan digital merenggut kebahagiaan dan hasil jerih payah orang tercinta. Gunakan aplikasi Ceklink untuk menjaga HP Ayah, Ibu, dan anak-anak dari salah klik tautan berbahaya secara otomatis.

Artikel Terkait